Uang Operasional Yayasan Rumah Yatim di Langseb Raib Digondol Maling, Pintu Diduga Dibobol Dini Hari

MEDIA (KUNINGAN) – Desa Langseb, Lebakwangi – Aksi pencurian menyasar Yayasan Rumah Yatim Himatul Ummah yang berlokasi di Dusun Manis RT 02 RW 01 Desa Langseb, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Pelaku diduga membobol pintu bangunan dan membawa kabur uang tunai sekitar Rp3 juta yang merupakan dana operasional yayasan.

Peristiwa tersebut diketahui setelah pengurus mendapati kondisi ruangan dalam keadaan berantakan dan pintu mengalami kerusakan. Diduga pelaku masuk dengan cara merusak atau membongkar pintu utama saat situasi lingkungan sekitar dalam keadaan sepi.

Kepala Yayasan Rumah Yatim Himatul Ummah, Dede Mulya Hermawan (46), membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa uang yang hilang diperkirakan sekitar tiga juta rupiah dan merupakan dana yang digunakan untuk kebutuhan operasional yayasan serta pembinaan anak-anak yatim yang berada di bawah naungan lembaga tersebut.

“Kerugian sementara diperkirakan kurang lebih tiga juta rupiah. Uang tersebut untuk kebutuhan operasional yayasan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu saksi, Aep (24), warga setempat yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian, turut memberikan keterangan mengenai situasi lingkungan sekitar pada saat dini hari. Hingga kini, dokumentasi berupa foto kondisi ruangan yang berantakan serta pintu yang rusak telah diamankan sebagai barang bukti awal.

Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan warga, mengingat yayasan tersebut merupakan lembaga sosial yang berperan dalam membina dan membantu anak-anak yatim di wilayah Desa Langseb dan sekitarnya. Warga berharap pelaku segera terungkap dan kejadian serupa tidak kembali terulang.

Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada jam-jam rawan menjelang dini hari, serta memperkuat sistem keamanan lingkungan guna mencegah tindak kriminalitas. Hingga berita ini diterbitkan, kasus dugaan pencurian tersebut masih dalam proses penanganan dan pendalaman lebih lanjut.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *