Kuningan Punya Peran Strategis sebagai Menara Air di Kawasan Rebana

MEDIA (KUNINGAN) – Kabupaten Kuningan dinilai memiliki peran penting sebagai daerah penyangga sumber daya air di kawasan Rebana. Letak geografis Kuningan yang berada di wilayah pegunungan dan dataran tinggi menjadikannya kaya akan mata air yang berfungsi sebagai hulu bagi banyak daerah di sekitarnya.

Hingga kini, ratusan mata air tercatat tersebar di berbagai kecamatan. Keberadaan sumber air tersebut menjadi penopang utama kebutuhan air bersih, irigasi pertanian, hingga sektor pariwisata dan industri air minum. Kondisi ini membuat Kuningan kerap disebut sebagai “menara air alami” di wilayah timur Jawa Barat.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Kuningan menyebutkan, posisi Kuningan sangat strategis karena berada di wilayah hulu.

“Secara geografis Kuningan memang berada di daerah atas. Banyak mata air dan aliran sungai yang sumbernya dari wilayah Kuningan dan mengalir ke daerah lain,” ujarnya.

Sebagai bagian dari kawasan Rebana, Kuningan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ketersediaan air bagi wilayah hilir. Air dari wilayah Kuningan tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat setempat, tetapi juga memberi manfaat lintas daerah.

Pemerintah daerah terus mendorong pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Upaya pelestarian kawasan hutan, perlindungan mata air, serta pengendalian pemanfaatan air menjadi fokus agar fungsi ekologis tetap terjaga.

“Potensi air ini harus dijaga bersama. Kalau dikelola dengan baik, manfaatnya bukan hanya untuk Kuningan, tetapi juga untuk kawasan Rebana secara keseluruhan,” lanjutnya.

Selain untuk kebutuhan dasar masyarakat, potensi air di Kuningan juga membuka peluang kerja sama antardaerah melalui skema pemanfaatan jasa lingkungan. Langkah ini dinilai dapat memberikan nilai ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan alam.

Dengan kekayaan sumber daya air yang dimiliki, Kabupaten Kuningan tidak hanya menjadi penyangga lingkungan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan kawasan Rebana secara berkelanjutan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *